Tomat Ananas Noire

Tomat ini pertama kali saya tanam kalau tidak salah pada tahun 2013. Benihnya didapatkan dari sini. Pertama kali menanam, hasilnya tidak sebesar yang saya panen 2 bulan yang lalu. Untuk 1 buah tomat mencapai berat lebih dari 500 gram. Wow banget kan?

Untuk mendapatkan ukuran jumbo, sebenarnya tidak terlalu sulit, asalkan tercapai syarat-syaratnya yaitu :

  1. Ukuran polibag/pot usahakan yang besar, paling kurang ukuran 35. Makin besar polibag dan media tanam, makin berkembang akarnya dan kokoh batangnya.
  2. Nutrisi dan air yang cukup, karena tomat ini sangat rakus hara. Kalau matahari menyengat, bisa menghabiskan air 1 liter sehari, siram di pagi hari. Hindari menyiram saat sore hari atau menjelang malam karena akan mengundang jamur.
  3. Perawatan dari hama. Hama ulat suka sekali nempel di daun tomat. Kalau kamu menanam tidak banyak, ulat bisa di razia tiap hari. Namun ulat ini tidak hanya ngumpet di bagian daun atau batang ya, karena ada beberapa yang turun ke media tanam ketika matahari menjelang, karena ulat biasanya makan di malam hari. Kalau ga mau repot, semprot insektisida Lannate atau curacron, biasanya cepat beres.
  4. Pelihara 2-3 buah saja dalam satu batang untuk mencapai ukuran maksimal. Jangan maruk, karena jika dipelihara semuanya, buah tidak akan besar karena berebut unsur hara.
  5. Tomat jumbo membutuhkan ajir dan ikat tandan buahnya agar tidak patah karena terlalu berat

Cobain yuuuk!

Benih tersedia di sini yaa! Heheheh, iklan detected 😀

Membuat Sekam Bakar Sendiri

Sekam bakar adalah media yang paling sering digunakan sebagai campuran media tanam. Sekam berfungsi untuk menggemburkan media agar porous dan tidak padat. Apalagi jika menanam di polibag atau di pot, jika tidak menggunakan campuran sekam maka media akan cepat padat seiring dengan intensitas penyiraman.

Nah, membuat sekam bakar ini sebenarnya perkara mudah, namun kita seringkali malas membuatnya karena memakan waktu yang cukup lama. Jika dibeli jadi, harganya cukup mahal lho. Untuk satu karung goni besar biasanya disini dijual seharga lima puluh ribu rupiah. Bayangkan saja jika kita butuh banyak, apalagi jika menanam dengan sistem hidroponik yang tidak menggunakan tanah. Biasanya digunakan campuran sekam bakar dengan cocopeat atau sekam bakar saja.

Untuk membuatnya diperlukan sekam mentah yang biasanya didapatkan gratis di tempat penggilingan padi. Berikut saya berikan cara-cara membakar sekam dengan mudah.

  1. Siapkan sekam mentah
  2. Siapkan corong berupa atap bekas atau kaleng bekas dan kayu atau batok kelapa
  3. Bakar kayu dan batok kelapa di dalam kaleng, beri minyak tanah agar api tidak mudah mati.
  4. Tuangkan sekam di sekeliling kaleng
  5. Jaga agar api tidak mati sampai batok kepala terbakar seluruhnya. Seiring dengan api yang membesar, tambahkan terus kayu atau batok kelapa hingga dirasa bara api cukup untuk membakar sekam
  6. Jika api sudah mati dan tersisa bara, biarkan saja sampai sekam menghitam seluruhnya, biasanya membutuhkan waktu beberapa jam sehingga sekam terbakar
  7. Jika sekam sudah terbakar hingga 70%, aduk2 sekam yang belum menghitam agar cepat terbakar dan merata
  8. Jika sudah menghitam semua, siram dengan air agar sekam tidak menjadi abu. Bisa juga dengan menggelar sekam hingga tipis sekitar 5 cm agar api padam dengan sendirinya agar tidak perlu menyiram. Namun cara ini membutuhkan tempat yang agak luas
  9. Satu lagi ya, kalau bisa bakar sekam di tempat yang  berangin agar cepat terbakar seluruhnya.

Nah, gampang kan?

Selamat Datang di Kebun

Halllooo pecinta tanaman…

Akhirnya ngeblog lagi dan terpaksa bikin blog baru gegara blog lama saya yang di http://www.fietha.wordpress.com di suspended ama om Matt, huhuhuhuh sedih banget. Ga ada backup dan ga ada warning sama sekali sebelum akun saya dibekukan. Ahh, sudahlah..

Ayook kita move on ke domain baru, tapi maaf ya om Matt, masih numpang di rumah ente nih, hihihih…

Blog ini karena judulnya kebunfietha, jadi isinya seputar berkebun aja ya guys. Topiknya ga berat-berat kok, cuman seputar berkebun di rumah aja yang simpel namun menyenangkan.

Lebaran dan kelar nih, hayuuuk, kita ngebuuuun… Hitung-hitung nambah gerak abis ngabisin menu lebaran nih ceritanyaa. Pas puasa BB nya turun donk, ehh tapi abis lebaran naik lagi, hahahha… Let’s moveee…