Mengatasi Hama Leafminer

Walaupun tidak terlalu ganas, hama ini cukup mengganggu. Keberadaan si penggorok daun membuat tampilan tanaman tidak cantik lagi. Leafminer sendiri merupakan telur larva lalat yang bertelur dan menjadi larva dalam jaringan epidermis daun dan menggerogoti daun dari dalam sehingga membentuk jejak seperti aliran sungai.

Jika dibiarkan lama-lama, daun bisa habis digerogoti lho. Hama ini biasanya nongkrong di daun pakchoy, sawi, kalian, tomat, kentang dan sayuran berdaun lunak lainnya. Sebenarnya cara mengatasinya cukup mudah. Saya hanya menggunakan Listerine untuk mengusir leafminer ini.

Caranya adalah, campurkan 1 sdt listerine ke dalam 1 liter air dan semprotkan ke tanaman yang terkena hama (atas dan bawah daun). Akan lebih baik jika daun yang sudah kena dibuang dulu ya, agar tampilan si tanaman menjadi bagus, hihihih…

Cara ini cukup aman karena tidak menggunakan pestisida kimia. Kan ngga enak juga, capek-capek tanam sayur dirumah ujung-ujungnya kita makan pestisida juga, hehehe… 😀

Selamat mencoba, yaa!

Advertisements

Bahaya Silika Pada Sekam Bakar

Sekam bakar atau arang sekam merupakan hasil pembakaran dari sekam padi. Dalam dunia tanaman, sekam bakar ini sangat bermanfaat sebagai campuran media tanam dan media tanam tunggal pada hidroponik. Sekam bakar bermanfaat agar media tanam porous sehingga mengalirkan kelebihan air dengan baik agar media tidak cepat padat.

Sekam bakar juga mengandung kadar silica yang cukup tinggi serta sangat steril sehingga sering digunakan sebagai media hidroponik. Cara membuatnya juga cukup mudah (cara membuat arang sekam DISINI), sehingga media ini banyak digunakan. Bagi saya sendiri sebagai pecinta tanaman, arang sekam adalah media yang wajib ada dan saya pakai dalam tanaman hidroponik, sehingga saya sendiri sering membuat sekam bakar sendiri.

Namun, tahukah kamu kalau kelamaan terpapar arang sekam tanpa pelindung pernapasan dapat membahayakan? Paparan kandungan silica yang terdapat dalam arang sekam dapat menyebabkan penyakit Silikosis. Continue reading

Benih Heirloom, Hibrida Dan GMO

Mungkin kebanyakan dari kita hanya mengenal benih hibrida, karena banyak sekali beredar di Saprotan (Sarana Produksi Pertanian) seperti benih jagung, cabe, tomat, kacang, bahkan sampai pada jenis-jenis bunga juga ada yang hibrida. Namun, pernahkah kita mendengar istilah benih heirloom atau GMO?

Bagi sebagian orang pecinta tanaman, kalangan grower lah istilahnya, mungkin istilah heirloom bukan hal yang asing, karena kebanyakan grower lebih memilih menanam jenis-jenis heirloom dibandingkan hibrida karena merasa tertantang menanam jenis ini dikarenakan perawatan yang agak sulit, atau karena rasa dari tanaman-tanaman heirloom ini lebih enak daripada tanaman hibrida. Lalu, apa pula itu GMO? Yang ini lebih jarang di dengar barangkali, karena belum banyak beredar di Indonesia.

  1. Benih Heirloom

Tomat Ananas Noire

Heirloom adalah benih yang diwariskan dari generasi ke generasi yang penyerbukannya dilakukan secara terbuka (open pollinated) tanpa campur tangan manusia (alami). Benih heirloom ini terus menerus dijaga kemurniannya dari masa kemasa sampai puluhan bahkan ratusan tahun.

Istilah Heirloom lebih banyak dipakai untuk sayuran, tomat misalnya. Di belahan Eropa dan Amerika sana, jenis-jenis tomat heirloom ini masih dilestarikan, dan bahkan dalam periode tertentu mereka mengadakan yang acara semacam Tomato Fest, untuk memperagakan jenis-jenis tomat hasil panen grower yang bertujuan untuk melestarikan jenis-jenis tomat tersebut. Keberadaan benih heirloom ini makin hari makin punah tergerus oleh benih hibrida yang makin mendominasi di kalangan petani dikarenakan sifat unggul dari benih. Continue reading

Tomat Indigo

Mungkin tomat yang kita kenal selama ini hanya mempunyai dua warna, merah dan hijau. Padahal dalam dunia pertomatan, warna tidak hanya dua itu saja, tetapi bermacam-macam. Ada warna merah, orange, kuning, hijau, coklat, bahkan ungu. Tomat ungu? Jenis apa itu? Kok baru denger?

Nah, tomat ungu ini lebih dikenal dengan nama Indigo Rose. Jenis tomat ini belakangan sudah mulai menghuni supermarket di beberapa kota besar di Indonesia dengan harga yang lumayan ‘WOW’ mahalnya untuk sekelas tomat. Namun, hal ini tidak mengherankan karena khasiatnya yang begitu tinggi dan kandungan zat di dalamnya. Indigo rose mengandung antosianin dan antioksidan yang tinggi yang lebih dikenal sebagai zat pencegah kanker dan kaya akan manfaat lainnya. Dan yang lebih hebatnya lagi, tomat ini adalah jenis heirloom lho, bukan hibrida (penjelasan mengenai heirloom dan hibrida bisa dibaca di post berikutnya).

Belakangan ini, jenis tomat ungu tidak hanya Indigo Rose. Para grower di luar negeri sudah menyilangkan beberapa varian tomat sehingga terciptalah varian Indigo yang lain, namun seperti Indigo Rose, tetap mengedepankan warna ungu yang menjadi ciri khasnya. Berikut beberapa varian Indigo yang sudah beredar di dunia.

  1. Indigo Rose

Merupakan cikal bakal dari jenis-jenis tomat Indigo yang lain. Ukuran lebih besar dari tomat cherry, tetapi tidak sebesar kategori beefsteak. Dari segi rasa, tomat Indigo Rose rasanya enak dan manis. Rasanya yang unik menjadi keunggulannya, namun  tidak tahan disimpan untuk waktu yang lama karena kulitnya tipis. Jika Anda berminat menanam tomat Indigo, tanamlah di tempat yang terkena sinar matahari penuh (full sun), karena buah tomat yang tidak terpapar sinar matahari secara langsung tidak akan berubah menjadi ungu. Warna ungu pada buah akan semakin gelap jika buah terkena sinar matahari full seharian. Lalu bagaimana mengetahui apakah tomat Indigo Rose anda sudah matang atau belum? Lihatlah pada bagian pantatnya, jika sudah merah dan ketika dipenyet sudah terasa lunak, berarti tomatnya sudah matang dan siap untuk di hap, hehehe. Continue reading

Tomat Ananas Noire

Tomat ini pertama kali saya tanam kalau tidak salah pada tahun 2013. Benihnya didapatkan dari sini. Pertama kali menanam, hasilnya tidak sebesar yang saya panen 2 bulan yang lalu. Untuk 1 buah tomat mencapai berat lebih dari 500 gram. Wow banget kan?

Untuk mendapatkan ukuran jumbo, sebenarnya tidak terlalu sulit, asalkan tercapai syarat-syaratnya yaitu :

  1. Ukuran polibag/pot usahakan yang besar, paling kurang ukuran 35. Makin besar polibag dan media tanam, makin berkembang akarnya dan kokoh batangnya.
  2. Nutrisi dan air yang cukup, karena tomat ini sangat rakus hara. Kalau matahari menyengat, bisa menghabiskan air 1 liter sehari, siram di pagi hari. Hindari menyiram saat sore hari atau menjelang malam karena akan mengundang jamur.
  3. Perawatan dari hama. Hama ulat suka sekali nempel di daun tomat. Kalau kamu menanam tidak banyak, ulat bisa di razia tiap hari. Namun ulat ini tidak hanya ngumpet di bagian daun atau batang ya, karena ada beberapa yang turun ke media tanam ketika matahari menjelang, karena ulat biasanya makan di malam hari. Kalau ga mau repot, semprot insektisida Lannate atau curacron, biasanya cepat beres.
  4. Pelihara 2-3 buah saja dalam satu batang untuk mencapai ukuran maksimal. Jangan maruk, karena jika dipelihara semuanya, buah tidak akan besar karena berebut unsur hara.
  5. Tomat jumbo membutuhkan ajir dan ikat tandan buahnya agar tidak patah karena terlalu berat

Continue reading

Membuat Sekam Bakar Sendiri

Sekam bakar adalah media yang paling sering digunakan sebagai campuran media tanam. Sekam berfungsi untuk menggemburkan media agar porous dan tidak padat. Apalagi jika menanam di polibag atau di pot, jika tidak menggunakan campuran sekam maka media akan cepat padat seiring dengan intensitas penyiraman.

Nah, membuat sekam bakar ini sebenarnya perkara mudah, namun kita seringkali malas membuatnya karena memakan waktu yang cukup lama. Jika dibeli jadi, harganya cukup mahal lho. Untuk satu karung goni besar biasanya disini dijual seharga lima puluh ribu rupiah. Bayangkan saja jika kita butuh banyak, apalagi jika menanam dengan sistem hidroponik yang tidak menggunakan tanah. Biasanya digunakan campuran sekam bakar dengan cocopeat atau sekam bakar saja.

Untuk membuatnya diperlukan sekam mentah yang biasanya didapatkan gratis di tempat penggilingan padi. Berikut saya berikan cara-cara membakar sekam dengan mudah. Continue reading

Selamat Datang di Kebun

Halllooo pecinta tanaman…

Akhirnya ngeblog lagi dan terpaksa bikin blog baru gegara blog lama saya yang di http://www.fietha.wordpress.com di suspended ama om Matt, huhuhuhuh sedih banget. Ga ada backup dan ga ada warning sama sekali sebelum akun saya dibekukan. Ahh, sudahlah..

Ayook kita move on ke domain baru, tapi maaf ya om Matt, masih numpang di rumah ente nih, hihihih…

Blog ini karena judulnya kebunfietha, jadi isinya seputar berkebun aja ya guys. Topiknya ga berat-berat kok, cuman seputar berkebun di rumah aja yang simpel namun menyenangkan.

Lebaran dan kelar nih, hayuuuk, kita ngebuuuun… Hitung-hitung nambah gerak abis ngabisin menu lebaran nih ceritanyaa. Pas puasa BB nya turun donk, ehh tapi abis lebaran naik lagi, hahahha… Let’s moveee…